Label

Selasa, 26 Maret 2013

Mukjizat Nabi Muhammad



I.                   Pendahuluan
Pengertian mu’jizat dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai “ Kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia “ kalau dilihat dari bahasa Arab A’jaza yang berarti “ melemahkan atau menjadikan tidak mampu “ pelakunya (yang melemahkan) dinamai mu’jiz. Kemampuannya melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkamkan lawan, maka ia dinamai Mu’jizat
Selanjutnya pengertian mu’jizat menurut istilah adalah sesuatu yang luar biasa yang melemahkan manusia baik secara sendiri maupun kolektif untuk mendatangkan sesuatu yang menyerupai/menyamai yang hanya diberikan kepada Nabi/rasul Allah SWT. Mukjizat itu merupakan hal yang tidak biasanya, yang menyebabkan orang tidak dapat mendatangkan atau menyamainya.
Jadi mukjizat itu merupakan barang yang mukjiz, atau yang melemahkan orang sehingga tidak dapat menandinginya. Ada yang berusaha menandinginya, tetapi tidak dapat memenangkan pertandingan itu. Mukjizat merupakan karunia Allah SWT yang diberikan kepada Nabi/Rasul, sehingga tidak mungkin ada manusia yang dapat menandinginya.
II.                Rumusan Masalah
1.      Al-Qur’an
2.      Membelah Bulan
3.      Isra’ Mi’raj
4.      Mengeluarkan Air Dari Jari-jari Nabi
III.             Pembahasan
Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan firhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab suci ajaran samawi, kemudian dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa didalam kandungan, masa kecil dan remaja. Kemudian Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama kenabiannya.
Mukjizat Muhammad SAW adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Muhammad SAW untuk membuktikan kenabiannya. Di antara begitu banyak mukjizat Nabi, ada 4 mukjizat terbesar. Diantaranya :
a.       Al-Qur’an
Dalam syariat Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur’an, karena pada masa itu bangsa Arab memiliki kebudayaan sastra yang cukup tinggi dan Muhammad sendiri adalah orang yang buta huruf, yang diyakini oleh umat muslim mustahil dikarang olehnya.
Al-Qur`an merupkan mukjizat terbesar yang dianugrahkan kepada Nabi Muhammad, karena keberadaannya yang tidak lenyap meskipun Rasulullah sudah wafat. Al-Qur’an digunakan oleh Nabi Muhammad saw, untuk menantang orang-orang pada masanya dan genarasi sesudahnya yang tidak percaya terhadap kebenaran Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT (bukan ciptaan Muhammad) dan risalah serta ajaran yang dibawanya tetapi mereka tidak sanggup menghadapinya, padahal mereka sedemikan tingi tingkat fasahah dan balagah-nya. Hal ini tiada lain karena Al-Qur’an sebagai mukjizat.
Selain itu Al-Qur’an berfungsi sebagai bukti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah benar-benar seorang Nabi/Rasul Allah, membuktikan bahwa kitab Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Allah bukan tulisan Muhammad atau buatan Jibril, menunjukan kelemahan mutu sastra dan balaghah manusia, karena mereka tidak mampu menandingi Al-Qur’an, menunjukan kelemahan rekayasa umat manusia yang tidak sebanding dengan kesombongannya.[1]
b.      Membelah Bulan
Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab-kitab hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh-tokoh kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al 'Ash bin Qail.

Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, "Seandainya kamu benar-benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua."
Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, "Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?"

Mereka menjawab, "Ya." Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, "Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu."

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, "Ini sihir!" padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.

Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur'an: " Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang-orang (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir." (QS Al Qomar 54:1-2)[2]
c.       Isra’ Mi’raj
Isra’ mi’raj adalah mukjizat yang diberikan kepada nabi Muhammad untuk memperkuat keteguhan hati Nabi dan sebagai penghormatan kepadanya.
Isra’ artinya berjalan malam hari dari Masjidil Haram (tanah Mekkah) ke Masjidil Aqsha di Palestina. Mi’raj artinya diangkat ke alam gaibmelalui langit yang berlapis-lapis dan sebagainya, dengan izin Tuhan.
Kedua kejadian yang dilakukan oleh nabi Muhammad dalam waktu yang bersambung di waktu itu juga, yaitu mula-mula Nabi Isra’ kemudian barulah Mi’raj adalah suatu pekerjaan istimewa yang tidak terdapat dalam diri manusia biasa, dan inilah yang disebut mukjizat.
Dalam peristiwa Mi’raj, Nabi dibawa naik ke Al-baitul-Ma’mur. Kemudian dibawa naik lagi untuk menghadap Allah Yang Maha Perkasa dan mendekat dengan-Nya, hingga jaraknya tinggal sepanjang dua busur atau lebih dekat lagi. Lalu Allah mewahyukan apa yang diwahyukan kepada hamba-Nya. Allah mewajibkan kepada beliau sholat lima waktu.[3]
d.      Mengeluarkan Air Dari Jari-jari Nabi
Keluarnya air dari jari-jemari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan salah satu bukti kebenaran risalah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kejadian itu disaksikan oleh banyak orang dan terjadi diluar kemampuan manusia. Di antara hadits yang menerangkan peristiwa itu, ialah seperti diceritakan oleh sahabat Anas bin Malik yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim:

“Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ketika itu waktu Ahsar telah tiba. Lalu manusia mencari air untuk berwudhu, tetapi tidak memperolehnya. Lalu ada seseorang membawakan air untuk berwudhu. Maka beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana tempat air itu, dan menyuru semua orang berwudhu dari situ.” Anas bin Malik Radiyallahu Anhu berkata: “Saya melihat air keluar dari jari-jari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga semua orang dapat berwudhu dengan air itu.” (HR. Bukhari, 3573, dalam kitab Manaqib, Bab: Alamat Nubuwwah fil-Islam, dan Muslim, 2279)
Sebuah syair berbunyi:
“Kalaupun dahulu Musa ‘alaihis salam dapat memancarkan air dengan tongkatnya, maka dari tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh air menjadi meluap.”[4]
IV.             Kesimpulan
Mukjizat Muhammad SAW adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Muhammad SAW untuk membuktikan kenabiannya. Di antara begitu banyak mukjizat Nabi, ada 4 mukjizat terbesar. Diantaranya adalah membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah, Isra’ Mi’raj dalam satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah, mengeluarkan air pada jari-jarinya dan yang paling terkenal adalah menerima Al-Qur’an sebagai firman Tuhan terakhir.
V.                Penutup
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat menambah khasanah keilmuan dan bermanfaat bagi kita semua. Dalam pembuatan makalah pasti ada kekurangan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran guna perbaikan makalah selanjutnya.



















DAFTAR PUSTAKA
Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury, Syaikh, Sirah Nabawiyah, Pustaka Al-Kautsar


[1] http://referensiagama.blogspot.com/2011/01/mukjizat-nabi-muhammad-al-quran.html
[3] Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, Pustaka Al-Kautsar hal 192

Tidak ada komentar:

Posting Komentar